background

Jurnal

Sejarah Penanggalan 1 Muharram, Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah
kategori 1.A.1
Monday, 24 July 2023 03:24 By: Admin 551

Sejarah Penanggalan 1 Muharram, Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah

Sejarah Penanggalan 1 Muharram, Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah



Ustadz Khalid sedang mengisi ceramah di salah satu rumah jamaah. (Foto: Tangkapan layar Youtube)

Jakarta - Bulan Muharram merupakan awal bulan dalam tahun Hijriyah. Sejarah penanggalan 1 Muharram sendiri ditandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Ustadz Khalid Basalamah sendiri berpendapat bahwa, https://www.youtube.com/watch?v=jZ0F7djXy7I&t=2523s “Allah mengatakan dalam surat At-Taubah ayat 36, ‘Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram atau yang dimuliakan, itulah ketetapan agama yang lurus maka kalian jangan medzolimi diri kalian terutama di empat bulan tersebut.’”

Lebih lanjut Ustadz Khalid menjelaskan, “Keempat bulan di sini disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, 3 bulan yang berturut-turut, pertama bulan Rajab yang dikenal suku Mhudhor suku Arab dulu yang berada di antara Jumadi dan bulan Sya’ban. Bulan Dzulqa'dah bulan ke 11, bulan Dzulhijjah bulan 12, dan bulan Muharram, adalah 4 bulan yang dimuliakan.”

“Dimuliakannya 4 bulan ini menandakan, orang yang berbuat amal shaleh akan dilipatgandakan pahalanya, dan orang yang berbuat dosa akan dilipatgandakan dosanya juga. Terjadinya bulan Muharram ini setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus. Sebelumnya 11 bulan yang lain, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Tsani, Jumadil Ula, Jumadil Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, semuanya memang sudah dikenal dengan orang-orang Jahiliyah, kecuali bulan Muharram. Mereka dulu menamakan dengan Safar Awal.”

“Di sini Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan Nabi-Nya untuk mengganti nama Safar Awal menjadi bulan Muharram, artinya dimuliakan. Bulan ini adalah bulan yang sangat luar biasa, karena disandarkan dengan nama Allah yakni Syahrullah atau bulan Allah,” Pungkas Ustadz Khalid Basalamah.

 

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di antaranya MUI, bahwa kata Muharram memiliki arti ‘dilarang’, saat itu bulan yang dihormati dilarang berperang dan berbuat zalim. 

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul-Baari menjelaskan asal muasal lahirnya penanggalan Hijriyah. Sejarah kalender Islam diawali ketika Gubernur Abu Musa Al-Asy’ari mengirimkan surat kepada Khalifah Umar Bin Khattab pada tahun 17 Hijriyah yang mengungkapkan kebingungannya perihal surat yang tidak memiliki tahun. Pada masa itu, umat Muslim masih mengadopsi peradaban Arab pra-Islam dalam menggunakan penanggalan yaitu menuliskan sebatas bulan dan tanggal tanpa tahun di dalamnya.

Hal tersebut menyulitkan sang Gubernur saat melakukan pengarsipan dokumen. Melalui keresahan tersebut, muncullah gagasan awal untuk menetapkan kalender Islam. Menindak lanjuti surat dari Abu Musa al-Asy’ari, Khalifah Umar yang memanggil Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘anhu, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam Radiyallahu ‘anhu, Sa’ad bin Waqqas, serta Thalhan bin Ubaidillah sebagai tim yang bertugas penyusunan kalender Islam.

Setelah tim disepakati, mulailah pembahasan mengenai penentuan tahun pertama. Sebagian ada yang mengusulkan dimulai di tahun Gajah, yaitu waktu kelahiran Nabi. Ada pula yang mengusulkan di tahun wafatnya Nabi. Ada juga yang mengusulkan di tahun pengangkatan menjadi Rasul, hingga opsi di tahun Hijrahnya Rasulullah ke Madinah.

Usulan keempat yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib lah yang disepakati sebagai awal tahun Islam yaitu ditandai dengan peristiwa hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Pendapat tersebut, dianggap sebagai peristiwa besar bagi Islam yang mana hijrah merupakan simbol perpindahan masa jahiliyah ke masyarakat madani.

Keputusan awal tahun telah disepakati, pembahasan selanjutnya adalah bulan pertama yang mengawali tahun Islam. Usulan bulan Rabi’ al-Awwal diajukan sebagai awal bulan untuk memulai tahun. Hal ini dikarenakan Rasulullah hijrah pada bulan tersebut. Tetapi usulan ini ditolak, Khalifah Umar justru memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam susunan tahun Hijriyah. Pendapat ini didukung pula oleh Utsman bin Affan.

Alasan lain pemilihan bulan Muharram adalah meskipun hijrah dilakukan di bulan Rabi’ al-Awwal, akan tetapi permulaan Hijrah dimulai sejak bulan Muharram. Khalifah Umar mengatakan, wacana hijrah dimulai setelah beberapa sahabat membaiat Nabi, yang dilaksanakan pada penghujung bulan Dzulhijjah. Adapun bulan yang muncul setelah Dzulhijjah yaitu bulan Muharram. Oleh sebab itu, Muharram dipilih serta disepakati menjadi bulan pembuka dalam tahun Hijriyah.

Gazwah.co

×